Perjalanan Kontemplasi Hari Keempat – Identitas Personal Warga Munduk

Jumat, 17 Januari 2014 bisa dibilang jadi hari bersejarah buat saya. Saya mendapat “identitas pribadi” sebagai warga Munduk. Sewaktu saya bekerja di sawah, saya bertemu dengan pemuda setempat bernama Bli Betet. Entah siapa nama aslinya, namun julukannya adalah Betet. Penggunaan julukan di Munduk sudah jamak, mungkin untuk menghindari salah identifikasi karena saking banyaknya nama yang…

Kisah Perjalanan Kontemplasi Edisi Ketiga, Munduk Bali

Hari ketiga di Munduk, saya kembali ke sawah untuk melihat padi yang kemaren saya tanam. Tiba-tiba ada rasa was-was kalau nanti padi satu persatu saya tancapkan pada tanah berlumpur tidak akan tumbuh dengan baik. Sambil bercengkrama dengan Pak Lengkong, saya menitipkan “padi-padi” saya. Hari itu saya diajak mbak Ari untuk ke rumah salah satu temannya….

Tradisi Menanam Beras Merah di Bali, Perjalanan Kontemplasi Hari Kedua

Sebenarnya saya masih enggan membuka mata, udara pagi di Munduk terasa seperti lagu nina bobok seorang inang pada anak asuhnya. Udara yang sejuk segera mengganti udara malam yang terhatan dalam kamar saya. Jendela kamar saya menghadap ke Barat dan dari jauh terlihat pantai Lovina dalam balutan kabut tipis, bayangannya persis seperti gadis bali yang bertelanjang…

Munduk.. Edisi Kisah Perjalanan Kontemplasi

Saya terbangun dari tidur lelap karena hawa dingin yang menyeruak masuk melalui celah jendela mobil. Sopir angkutan umum yang melayani rute Denpasar – Seririt berhenti sebentar untuk beristirahat. Sepanjang perjalanan dari Denpasar saya tertidur lelap di balik jaket nyaman pinjaman dari teman saya, si Kenchoz. Saya memang type traveler yang gampang sekali tidur, apalagi saya…

Stasiun dan Kereta

Kereta Api begitu mengobsesi saya sejak saya masih kanak-kanak. Cerita tentang serunya naik kereta api selalu membuat saya terpana. Seringkali saya dibuat iri oleh cerita teman saya ketika dia baru saja pulang dari kampung halamannya dengan moda transportasi ini. Suara bising dari lokomotif, suara roda baja yang bergesekan dengan rel, suara rengekan sambungan gerbong sesaat…

End of Year Trip 2013

Saya boleh berencana, tapi Riri yang menggagalkan.. kampret! Rencana awal liburan Natal ini akan saya habiskan menjelajah Jawa Tengah.. rencana! Sekali lagi rencana! Berhubung si kampret datang dari Jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk ganti rute ke  tempat yang lebih bisa dijangkau dengan waktu yang terbatas… karena si kampret ini musti ke Bali segera. Setelah berembug,…

Sukamade – Bagian Kecil Dari Meru Betiri

        Kami diturunkan di sebuah pertigaan oleh pemilik truk yang kami tumpangi. Pertigaan itu sangat sepi, hanya kami sembilan makhluk penuh semangat untuk menapaki bagian lain TN Meru Betiri. Setelah membayar ongkos ala kadarnya pada sopir truk dan keneknya, kami menurunkan ransel dan peralatan camping kami dari bak truk.  Penampakan kami sudah…

Meru Betiri – The Teaser

Setahun setelah trip ke Karjaw, Oktober 2012 yang lalu tiba-tiba Rizal ngajakin reuni. Tahun lalu 9 orang dari 2 kota dan 1 daerah bertemu.. Saya, Dian, dan Ledy dari kota Surabaya.. Rizal, Hanna, dan Kim dari kota Bogor.. dan Kenchoz, Mas Ton, dan Pak Yut dari daerah Gresik. Entah kenapa nama Teluk Hijau muncul, si…

Khidmatnya Pemujaan Waisak di Borobudur

Sumber foto : http://www.djiesamsoe.com, fotografer : Satria Marsudi Nugraha Magelang, Mei 2012. Malam itu, Candi Borobudur berubah menjadi sebuah altar pemujaan. Kemegahan candi peninggalan wangsa Syailendra ini begitu menawan. Stupa utamanya, perlambang Arupadatu – Nirwana yang tak berwujud – disorot lampu yang sangat terang. Dengan latar belakang langit biru kelam serta bundaran purnama utuh, altar…