Rahasia Kecil di Hotel Tugu

Seorang perempuan berkebaya encim menyeduh kopi. Empat sendok bubuk untuk enam cangkir mungil yang berbaris di atas nampan, berwarna seragam. Takaran itu tidak berubah, sudah seperti itu sejak Tuan Van Leukhen memanen biji kopi pertama dari perkebunan Kawisari. Aroma kopi menguar, merembet bersama kabut dan tembok batu di beranda loji, hinggap pada rongga hidung. Nyai Menur, Sang…