Pulau Seram, Ternyata Enggak Begitu Menyeramkan (part 1)

Bisa dikatakan sepanjang bulan September 2014 sampai akhir tahun 2015 saya mager–istilah antah berantah yg entah saya dengar dari mana-yang artinya enggak ngapa-ngapain.  Sebenernya saya sih enggak mager-mager amat, karena dalam kurun waktu tersebut saya masih ngluyur ke Jogja, Baluran, Malang Selatan, dan Kediri. Ah, nantilah kalau saya punya enam tangan, saya bakal menulis tentang…