River Boarding Workshop

Sebenarnya sudah dari beberapa tahun lalu saya gabung di komunitas Couch Surfing Surabaya, tapi berhubung tetangga-tetangga saya ribet kalo ada tamu yang menginap dan bawaannya curiga mulu (maklum kompleks baru dan saya single) saya menghentikan kegiatan hosting menghosting ini.. Terakhir yang saya host adalah Darmawati Madjid, teman ngeblog saya dari Kalimantan Tengah, dan itu cukup membuat saya repot.. bukan karena dia tapi karena tetangga-tetangga saya punya mulut lebih buat nggosipin orang lain, termasuk pak RT-nya. Sejak itu saya vakum dari dunia CS cukup lama, sampai kemaren saya diajak teman yg masih aktif di CS untuk ikut pelatihan river boarding di sungai Pekalen bawah, Probolinggo.

Ada enam mobil yang berangkat dari Surabaya, dan saya numpang di salah satu mobil itu. Dini hari kami baru sampai di basecamp Songa, para lelaki segera mendirikan tenda dan para perempuan ketawa-ketiwi 😦 Setelah tenda terpasang, kami tidur sebentar menunggu pagi.

Here we go! Kami membongkar gudang peralatan Songa Rafting dan mengeluarkan beberapa papan boarding berbentuk haluan kapal terbuat dari busa. Saat mengangkatnya, wih… lumayan berat juga.. dan kami harus membawanya turun ke sungai yang jaraknya kira-kira 1 km. Di tepian sungai, sudah menunggu instruktur yang siap mengajari kami cara berselancar papan. Setelah memasang perlengkapan keselamatan, dan mendapatkan teori dengan cukup.. kami segera mempraktikkan ilmu yang barusan kami dapat.

Berseluncur dengan papan ini gampang-gampang susah. Bagi yang tidak bisa mengatur koordinasi tubuh bisa jadi mereka terbalik, tidak bisa melaju, dan yang paling parah tidak bisa mengendalikan papan itu sendiri. Memang sepertinya hanya mengambang dan mengikuti arus sungai, tapi itu sebenarnya butuh skill tersendiri… ibaratnya seperti mengendarai sepeda; river boarding juga perlu skill keseimbangan, mengemudi, dan jika sudah mahir bisa berakrobat.

Riverboarding sendiri digagas oleh sekelompok pemandu white water rafting di Perancis yang merasa bosan dan butuh rekreasi pada awal tahun 1970an. Mereka mengikat life jacket mereka dan menggunakannya sebagai sarana mengarungi sungai. Sensasi yang dirasakan berbeda dengan olahraga sungai yang lain dimana tubuh berada pada level yang sama dengan permukaan air, kadang berada di bawah permukaan sungai, atau kadang terlempar ke udara. Lama kelamaan, olah raga ini berkembang ke daerah lain. Life jacket yang diikat diganti dengan busa/ plastik dan mengalami evolusi hingga menjadi bentuknya seperti sekarang ini.

Saya sendiri sangat senang bisa mencoba riverboarding, kebetulan koordinasi tubuh dan otak saya bagus sehingga tidak sulit bagi saya untuk mengendalikan papan seluncur ini.. hanya…. saya mungkin beli butuh nyali yang banyak 🙂

10603755_10152641536444654_1610714803168770813_n

10686737_10152641536424654_5780213882666108500_n

10690185_10152641536734654_5364659967723289059_n

10696242_10152641535959654_6966445641954883109_n

Advertisements

17 Comments Add yours

  1. selseya says:

    Sepertinya seru itu riverboarding hehehe buat wanita boleh juga kan itu mas?? Hehhe

  2. boleh banget, bisa kok asal bisa koordinasi badan 🙂

  3. indrijuwono says:

    hooiii, long time no write….. 🙂

  4. potrehkoneng says:

    kok aku keweden liatnya ya jo. rak mbayangke. hahaha. mana hora iso renang sisan. rafting pas perahu dibalik aja udah berasa mau dijemput ini ajal. =))

  5. aulia says:

    *celingak-celinguk*

  6. Halim Santoso says:

    Seruuuu… baru tahu di Pekalen ada beginian 😀
    Terus kelanjutan berhenti ngehost CS juga dirasani pak RT juga nggak? hehehe

  7. danirachmat says:

    udah daftar CS lama tapi gak berani-berani hosting. Hahaha.
    Seru itu river boardingnya. Mbayangin aja sih serunya. Kalo disuruh nyemplung gak berani juga kayaknya..

  8. Hai Ndri… iya nih, lagi sibuk terus.. 🙂

  9. ojo dibayangkan Sop.. dilakukan aja.. paling kepuyuh-puyuh hahahahah

  10. Dirasani… tapi topiknya lain.. kali ini anjingku yg dipermasalahkan 🙂

  11. halah.. pasti berani bung Dani.. gampang kok 🙂

  12. aulia says:

    ah, aku tadi komen pake emoticon tapi kayaknya gak muncul. 😦

  13. chris13jkt says:

    Pengen juga nih nyoba sekali-kali 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s