DROP – by David Bobee

ine

Baru-baru ini pecinta seni di beberapa kota Indonesia dimanjakan dengan Festival Musim Semi Perancis ke 10. Festival tahun ini diadakan mulai tanggal 15 Mei sampai dengan 23 Juni, dan Bandung sebagai kota seni menjadi tuan rumah pembukaan festifal tersebut. Frank Micheletti sebagai pimpinan artistik festival mempersembahkan “Constellations” sebagai pembuka pertunjukan pembuka di kota Bandung, setelah itu rangkaian pertunjukan menyusul di pentaskan di beberapa kota berikutnya.

Salah satu pertunjukan yang dipentaskan adalah  pertunjukan teater-akrobatik oleh sutradara David Bobee. IFI bekerja sama dengan Sekolah Ciputra mengundang para penikmat teater pada tanggal 11 Juni lalu. Kolaborasi yang menawan dari monolog Ine Febrianti dan akrobatik dari Anthony Weiss menghadirkan pementasan yang dramatis tentang kisah cinta yang tragis dari perempuan-perempuan jaman Yunani kuno.

 photo_2

Pemandangan dari sha Ine Febriyanti yang terbaring di atas ranjang di tengah-tengah panggung, telentang dengan nafas yang teratur menyambut para pnonton yang diminta duduk melingkari panggung.  Masing-masing penoton diberi sebuah lampu senter dan diminta untuk menyorotkan pada pementas. Sesaat kemudian, lampu redup dan sha Ine Febriyanti perlahan-lahan bangun dan memulai monolognya.

Salah satu babak menceritakan kisah tentang Penelope yang ditinggal selama bertahun-tahun oleh Oduseus untuk berperang di Troya. Efek dramatis untuk memunculkan atmosfir badai terlihat sangat nyata. Suara gemuruh dan gelegar badai dari sound system Ciputra Hall bersenyawa dengan efek air yang menyerupai hujan deras dan tata cahaya yang bagus membuat penonton solah-olah berada dalam satu perahu ditengah laut yang sedang menggelora.

Dalam babak lainnya, diceritakan tentang isi surat-surat cinta dari perempuan anonim karya penyair Ronan Chéneau. Saya paling suka adegan ini. Sebagai klimaks dari pertunjukan, Sha Ine Febriyanti menyajikan monolog tentang jeritan hati dan pedihnya pengkhianatan. Sebelum dia membuang surat-surat cinta ke udara, Sha Ine Febriyanti meludahi kedua tangan Anthony Weis yang kemudian terbang ke udara.

Pementasan di atas adalah salah satu dari beberapa pertunjukan yang ada. Selain itu, ada juga pentas gitar klasik oleh Gabriel Bianco, tari kontemporer – Investigation of Ku Bhi Lai Khan, Pockemon Crew dan A.Lter S.Essio di Jakarta dan Jogjakarta. Saya menunggu festival musim semi Perancis ke 11 tahun depan… Akan ada pementasan apa lagi kira-kira?

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. rommel says:

    I wish I could hear the background music. Really looks like a very promising stage-acrobatic play.

  2. johanesjonaz says:

    I did some recording thought.. but I don’t know how to post it 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s