Kisah Perjalanan Kontemplasi Edisi Ketiga, Munduk Bali

photo 4-12

Hari ketiga di Munduk, saya kembali ke sawah untuk melihat padi yang kemaren saya tanam. Tiba-tiba ada rasa was-was kalau nanti padi satu persatu saya tancapkan pada tanah berlumpur tidak akan tumbuh dengan baik. Sambil bercengkrama dengan Pak Lengkong, saya menitipkan “padi-padi” saya.

Hari itu saya diajak mbak Ari untuk ke rumah salah satu temannya. Rencananya kami akan belajar cara mengokulasi tanaman kopi. Kopi Munduk memang sangat nikmat. Tiap sore selama saya di Munduk, saya selalu menyeduh kopi ini bersama teman-teman di Don Biyu. Aromanya begitu kuat, ada sedikit aroma air hujan awal (petrichor) dan asamnya juga pas. Sore yang dingin, senja, angin semilir, jaket tebal, dan secangkir kopi dengan pemandangan maha indah adalah paduan yang sempurna!

Saya mulai berjalan turun menuju rumah teman mbak Ari yang kebetulan sejalan dengan arah Air Terjun Melanting. Embun masih menempel erat di pucuk-pucuk daun, karena memang hari masih pagi, dan mungkin juga karena rimbunnya hutan dan belukar membuat kelembaban sangat tinggi. Beberapa kali kami berpapasan dengan anjing penjaga rumah penduduk, meskipun saya suka anjing tapi jika harus berhadapan dengan yang belum saya kenal, saya takut juga.

Rupanya jodoh masih belum berpihak pada kami. Teman mbak Ari yang akan kami datangi tidak berada di rumah. Lagi, kami disambut gonggongan anjing-anjing penjaga rumah. Kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan menuju air terjun. Bali, seperti pada kenyataannya, sangat indah. Ini beberapa foto yang sempat saya ambil dengan HP saya.

photo 2-15 photo 1-15 photo 5-9 photo 3-12

 

Next : 17 Januari, KTP hari bersejarah buat saya

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. kazwini13 says:

    Sore yg dingin, kopi, semilir angin bukan paduan sempurna tanpa pacar cyiiinnn.. Huehhehee

  2. johanesjonaz says:

    Buat apa pacar kalo sendirian lebih keren?

  3. kazwini13 says:

    Iyaaaa kaka
    Aku lebih keren saat sendiriN

  4. johanesjonaz says:

    hahahahahahha…. tos…

  5. kazwini13 says:

    Im single and very happy banget cyiiinnn…

  6. chris13jkt says:

    Ah . . Bali memang selalu indah, bahkan sampai pelosokpun masih dianugerahi keindahan

  7. danirachmat says:

    Jadi penasaran sama rasa kopinya euy.

  8. johanesjonaz says:

    wah, kalo masih ada pasti gw bagi.. sayang udah dibagi2 🙂

  9. danirachmat says:

    Huweee? Kalo lain kali bawa kopi lagi boleh minta? *hahahaha langsung nodong*

  10. johanesjonaz says:

    Eh ternyata masih ada 100 gram. Kalo mau DM alamatmu yes

  11. danirachmat says:

    err. DMnya ke mana? Sayah twitter sudah tak aktip. Baru tadi memfollow twitternya tapi bingung interface twitter yang sekarang itu ngeDM sekarang gimana. Emailnya sampean saya gak ngerti gimana nyarinya. Ahahaha. Maapkan. 😀

  12. johanesjonaz says:

    Coba cek twiter, tinggal direply aja kok

  13. danirachmat says:

    Ahahaha. Mohon maap merepotkan. 😀

  14. Halim Santoso says:

    Jojo, aku kok nggak ditawari kopi #ngarepjuga hahaha

  15. Kok ngga ada yang mandi bugil sihhh.
    *ngarep*

  16. johanesjonaz says:

    ya untuk konsumsi sendiri lah… hahahhaha

  17. Hahahahahahah!
    EGOIS !

  18. rommel says:

    The waterfall from the post that I composed last month was no match to this. Beautiful place you live in!

  19. johanesjonaz says:

    We have lots of it, please come here Rommel… 🙂

  20. rommel says:

    Believe me. If they send me there, I’m there in a heartbeat.

  21. johanesjonaz says:

    I can see that 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s