End of Year Trip 2013

Saya boleh berencana, tapi Riri yang menggagalkan.. kampret!

Rencana awal liburan Natal ini akan saya habiskan menjelajah Jawa Tengah.. rencana! Sekali lagi rencana! Berhubung si kampret datang dari Jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk ganti rute ke  tempat yang lebih bisa dijangkau dengan waktu yang terbatas… karena si kampret ini musti ke Bali segera. Setelah berembug, sepakat diputuskan untuk pergi ke Kediri dan Blitar. Saya sih setuju saja, karena belum pernah eksplore Kediri.. hahahah

Tujuan Pertama : Gunung Kelud

Gunung ini masih aktif, dengan siklus letusan 15 tahunan. Tanda-tanda keaktifan terakhir dicatat pada tahun 2007, syukur nggak jadi meletus. Gunung Kelud adalah tempat wisata yang populer. Seperti gunung Bromo, kita tidak perlu menjadi pendaki gunung handal untuk sampai ke puncak tertinggi. Ada sekitar 400 anak tangga yang menghantar kita untuk sampai di menara pandang gunung Kelud. Karena musim hujan, kabut turun dengan begitu tebalnya. Jarak pandang hanya 10-15 meter sewaktu saya kesana. Memang sih, agak mengganggu karena kami nggak bisa melihat kota Kediri dari bawah.. tapi justru dengan turunnya kabut.. pemandangan sekitar jadi lebih dramatis. Mirip sama lokasi syuting film Lord of the Ring di NZ sana.. 🙂

ImageImageImage

Lokasi kedua : Gereja Tua Poh Sarang

Perjalanan kami lanjutkan ke Gerej Tua Poh Sarang. Bangunannya sebagian besar terbuat dari batu kali yang tersusun rapi. Yang menarik perhatian saya, di setiap atap bangunan ada genting transparan yang tersusun seperti salib dan jika matahari sedang bersinar, ada bayangan salib yang terpapar di lantai. Gereja ini juga menggunakan alat musik tradisional sebagai pengiringnya. Satu set gamelan jawa lengkap ada di sayap kanan ruang ibadah. Ah, seandainya ada waktu saya ingin ikut misa di sana. Saya juga mengitari 14 stasi jalan salib yang ada di sana, waktu itu matahari sudah tenggelam dan sayangnya… listrik padam!

ImageImageImage

photo 2-1

Tujuan ketiga : Pantai Poh Pulo di Blitar

Saya rada mangkel kalo cerita tentang tempat satu ini. Tapi biarlah, saya cerita juga. Dari referensi orang yang gak jelas, akhirnya kami sepakat pergi ke Pantai Pooh Pulo di kabupaten Blitar. Medannya nggak karuan susahnya.. beberapa kali mobil yang kami tumpangi stuck di lumpur. Akhrnya, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju lokasi setelah ada penduduk lokal yang memberitahu jika badan jalan menuju kesana tergenang air luapan rawa. Jalan menuju pantai indahnya luar biasa, naik turun bukit dan melewati ladang penduduk… capek banget… dan yang membuat sakit hati adalah.. pantai itu nggak se-wow dugaan saya. Di internet siih lumayan bagus, tapi kenyataannya.. hiks..

photo 1-3 photo 2-3 photo 3-2 photo 4-3

No photos for this beach.. gw keburu nggondok. Photos taken by Ririe

Lokasi ke empat : Dam Lohor, antara Blitar-Malang.

Sebenarnya ini bukan tujuan utama, tapi berhubung sudah salah belok.. akhirnya kami mampir juga.

photo 3 photo 4-1 photo 5-1

 

The crew : Didik, Tj, Jo, Ririe, Dian

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. chandra says:

    gereja ini yang di film “3 hari untuk selamanya” nicholas saputra kaaan? mantap mantap, sukses bang

  2. Sash says:

    Aku mau jawab komennya Mbak Chandra ah. Boleh Kan Jo? hihihihi. Yang di filmnya Nicholas Saputra bukan Poh Sarang, tapi Sendang Sono di dekat Borobudur, Magelang

  3. johanesjonaz says:

    Nah itu udah ada jawabannya! Hahahah

  4. yusmei says:

    Sip, bisa buat bekal melipir ke kediri, cuma 4 jam doang dari Solo. Trus blitarnya mana jon? manaaa? *gak santai 🙂 🙂

  5. johanesjonaz says:

    Blitar ada di postingan yang lalu Yus, kali ini ke Blitarnya cuman ke Pantai Peh Pulo doang

  6. perjalanan yang menyenangkan di akhir tahun ya..

    salam kenal
    Jika punya impian yang sudah/akan diwujudkan, mari berbagi kisahnya di GA http://www.garammanis.com/2014/01/01/giveaway-kolaborasi-apa-impianmu/

  7. Gerejanya keren. Untung baca blog ini. Pengetahuan jadi nambah deh. hihihihi. sip sip

  8. Aku dong belum jalan jalaaannnnn:))

  9. johanesjonaz says:

    ya ngesotlah segera kang…

  10. Males gerak. Gerek dong ommmm!

  11. Dinanggraini says:

    Hahaha, bta g brani komen banyak disini, lesson of the trip; jgn tidur pas diskusi! 😅

  12. johanesjonaz says:

    jangan nuruti ide orang yang ga pernah bepergian, itu namanya goblok

  13. asasikirono says:

    sering denger posarang, baru tau kalo nulisnya poh sarang, dan baru tau juga kalo ternyata tempatnya bagus! *matabelo* jadi pengin ke sana….

  14. johanesjonaz says:

    keren… cobain kesana, pas minggu kalo bisa… biar ikut misa sekalian

  15. Untungnya saya sudah pernah ikut misa di Poh Sarang. Waktu saya berangkat pagi-pagi banget dari Surabaya, sempat nyasar beberapa kali tapi akhirnya nyampai di gereja pas baru aja mulai misa pemuda.

  16. Sadam says:

    neng kediri gak ajak-ajak rek

  17. johanesjonaz says:

    nang ngliyep gak ajak2 rek…

  18. Sadam says:

    -_- 2x ksono yg kedua udh mulai kotor.. apakabar tahun ini..

  19. johanesjonaz says:

    dam, omahmu nandi? SUroboyo tah?

  20. Sadam says:

    aremania jon.. musuhe bonek 😀

  21. johanesjonaz says:

    hahahahah… aku bonek.. musuhan lakan? hehehehh

  22. Sadam says:

    whaaha.. tp saiki lagi dadi persikmania..

  23. johanesjonaz says:

    oh, slamet… aku hooligans saat ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s