Arc En Ciel – Sebuah Biru di Poyalisa

SENJA….

Pelabuhan udara Juanda sudah di ambang remang ketika pesawat gemuk yang aku tumpangi membelah angkasa menuju kota Palu. Jejak semburat nila masih terlihat di sudut jendela kabin, menghantarkan perjalanan ini menuju utara Sulawesi.

Ransel hijau yang setia menemaniku kukeluarkan dari kabin, sesaat pesawat mendarat di Pelabuhan Mutiara, Palu. Ada jahitan tanganku di beberapa sudutnya, dan mungkin akan menambah lagi beberapa karena jejalan baju untuk seminggu ke depan sudah membuatnya ingin muntah.

Aku berjalan menyusuri pantai, menunggu datangnya perahu bercadik yang akan mengantarku ke Poyalisa, Togean. Aku dan ransel hijau berbentuk bulat menempel di punggung, rasanya akan susah membedakan antara aku dan penyu jika kami sama-sama berada di air.

Pantai berpasir putih berpeluk mesra dengan laut jernih berpola biru tua dan hijau toska sudah tampak. Seorang ibu dengan bedak dingin memenuhi wajahnya sudah menyambutku dengan senyuman dan lambaian tangan. Aku dipilihkan pondok yang berada di ujung pulau, menghadap ke laut lepas teluk Tomini.

Image

Perfect! Semesta menempatkanku pada sebuah dimensi isolasi untuk individu yang sudah lelah dengan hingar bingar kota macam diriku. Hening, hanya suara deburan ombak yang halus, nyaris saja suara degup jantungku juga terdengar.

SENJA….

Tegukan pertama dari seduhan kopi di pulau ini… nikmat. Aku memejamkan mata, sesaat. Merebahkan diri diatas kain pantai, dengan kasur pasir putih yang lembut dan menikmati matahari sore.. sungguh aku tak bisa mendustakan kenikmatan ini.

Dari jauh kudengar deru mesin kapal yang makin lama makin mendekat lalu akhirnya mati. Sesosok bayangan, seulas senyum, sesorot pandangan… sepertinya tidak asing lagi. Aku tahu pribadi itu, entah dimana, entah kapan… tapi aku sepertinya aku mengenalnya dengan baik.

Jabatan tangan yang hangat dan pandangan dari mata hazelnya begitu kuat… Piere. Katamu kau sedang mendokumentasikan sebagian dirimu yang hilang. Di Nusantara ini, kau mencoba mengumpulkan dan menyusun kembali potongan-potongan darimu yang kau rasa tidak lengkap. Kau mencintai nusantaraku… itu ucapmu.

SENJA…

Kebun Kelapa, sebuah bangku kayu, dan kita menatap horizon laut yang mulai nampak menguning. Tanpa kata, hanya sarana berupa tatapan mata untuk mengartikan sejuta rasa dalam gatra. Ribuan pulau sudah kau lalui, mungkinkah aku akan menjadi salah satunya?

Lalu tanya itu timbul, kenapa aku menyukaimu? – Karena dalam matamu kau ceritakan  pelangi yang bergelayut di atas awan –

Arc En Ciel

Poyalisa, Juni 2013

Image

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. Seru yaaa menyendiri dari hinggar binggar 🙂 jadi kangen kabur sendirian

  2. johanesjonaz says:

    iki lho, fiksi.. based on true story tapinya… aku lungone yo rame2 kok.. ini tulisan request 🙂

    Nanti jurnalnya menyusul ;P

  3. ryan says:

    setelah sekian lama gak nongol, eh nongol cuma bikin iri dengan kopi, senja dan pantai nan idah.

  4. johanesjonaz says:

    hehehhe… maaf.. dinikmati sajalah 🙂 heheheheh

  5. ryan says:

    dinikmati kok walau dalam hati…

  6. johanesjonaz says:

    huehehhe… yodah mari kita mulai bikin itinerary 🙂

  7. johanesjonaz says:

    huehehhehe… fiksi 🙂

  8. chris13jkt says:

    Aku nunggu postingan jurnalnya, dilengkapi foto yang banyak ya 🙂

  9. h0tchocolate says:

    Kata-katanya puitis sekalee 😀 bingung saya tadi, ini catatan perjalanan atau puisi 😀

  10. johanesjonaz says:

    hahahah… ini tulisan atas request teman, yg jatuh cinta sama pengelana dari Prancis 😛

  11. Sumpah gw bingung!
    Nicely written, Dul! Love it…! Sempet kepikir awalnya, ini reblog dr Dori hahaha..

  12. johanesjonaz says:

    Tulisan ini atas orderan Dori, ya rada-rada ngarang dikit… tapi based on true story.. dan aku ngerti bulene sing endi hahahahahah

  13. Bule Poyalisa??! Yg dr France kan Cewek? 😱

  14. johanesjonaz says:

    bukan, ketemunya di Poso.. secara rahasia.. brewokan dan matanya berwarna hasel..

  15. Wooow!! Lanjutkan tulisannya kalo gt hahaha!! *wajahkepo

  16. johanesjonaz says:

    hahahahah… sek, aku ijin areke sek… 🙂

  17. h0tchocolate says:

    Oooo hahahhaaa oke mas! Lanjutkan 😀

  18. Baru lihat yang ini. Numpang nyeburrrr!

  19. indrijuwono says:

    halaahh, jadi inget yang ngefans sama Arc en Ciel..

  20. johanesjonaz says:

    arc en ciel rock band Jepang?

  21. indrijuwono says:

    iya. yg tahun lalu konser di sini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s