The Pines Taman Dayu – The Beginner Level for Campers

Seperti biasa, planning untuk menghabisakan akhir tahun bejibun. Dan seperti biasanya pula banyak yang gagal. Memang sepertinya saya ditakdirkan untuk tidak memplaning jika ingin bepergian. Seperti kali ini, sudah rencana mau night driving ke ujung Timur pulau Jawa dengan mas Toni tapi malah berujung pada tamasya narsis di Taman Dayu.

Seperti yang saya tulis di twitter, tahun ini saya banyak bertemu dengan teman-teman baru selama traveling dan beberapa diantaranya jadi teman dekat. Beberapa diantaranya adalah Mas Toni dan Kenchos yang saya kenal waktu traveling ke Karimunjawa. Mas Ton adalah anak gunung sejati, dari dia saya dapat banyak cerita seru tentang gunung dan suka duka pendakian. Dia juga banyak memberi rekomendasi tempat-tempat seru yang eksotis, seperti salah satunya adalah gua Umbultuk di Blitar yang sempat saya kunjungi beberapa waktu lalu. Nah, akhir tahun ini saya sudah mimpi untuk night driving sama Mas Ton ke Alas Purwo namun entah kenapa kok belok ke Taman Dayu. Mungkin karena masalah timing juga kali yah.. ada teman2 yang masih bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaaanya.

Okey, balik lagi ke cerita. Kamis sore, 27 Desember 2012 kami berangkat. Karena jalanan macet cet cet cet… kami berenam baru meninggalkan Surabaya jam 7 malam. Peserta kali ini adalah saya, mas Ton, Risa, Dian, Erning, dan Kenchos. FYI, selain saya dan mas Ton peserta lainnya belum pernah camping. Jadi camping kali ini adalah camping untuk kelas pemula. Logistik sepertinya cukup untuk seminggu, padahal kami cuman camping semalam doang. Bayangkan aja, bekel nasi serantang penuh dari Bu Elly, sardin kalengan, tempe, beberapa bungkus mie intsan, makanan siap santap, countless snack dan air mineral yang bisa buat mandi. Mobil yang dibawa terlihat sesak. Mas ton sampai-sampai re-pack lagi tasnya. Dia mengeluarkan barang-barang yang dirasa tidak perlu dan hanya membawa tenda, kompor kecil, nesting, dan sleeping bag.

Sampai di Taman Dayu sudah jam 9 malam. Mas Ton segera mendirikan tenda dibantu anak-anak. Setelah tenda selesai, saya bertugas masak mie instan menggunakan kompor dan nesting yang ada. Sebenarnya bisa sih gak repot-repot masak.. karena ada cafe dan warung makan yang masih buka. Tapi berhubung pengen lebay ngerasain camping… ya sudahlah saya masak. Sepertinya saat itu mie bikinan saya adalah makanan paling enak di seluruh dunia buat anak-anak. Cara makanpun beda dari biasanya; semua makanan ditumplek jadi satu dan kita makan rame-rame kayak orang Arab makan gitu. Dan di daerah Gresik (asal mas Ton dan Kenchos), makan rame-rame ini dinamakan bubungan (bener gak sih tulisannya?)

Setelah perut kenyang, manusia-manusia usil ini pun mulai jahil. Bikin game “andai aku…” sambil rebahan. Ketawa terkekeh-kekeh sampe kebelet pipis.

Menjelang pagi… saya keluar dari kepompong sleeping bag saya. Aroma tempe goreng udah meyengat hidung.. ah.. sarapan! Menu kali ini adalah sardin, tempe goreng, mie instan (lagi) dan sambal bikinan Bu Elly.

Selesai sarapan, saya dan teman-teman explore daerah ini. Ada banyak wahana yang bisa dijajal. Outbond misalnya, atau paintball. Tapi kami lebih milih jalan-jalan pagi saja sambil narsis poto-potoan.

Jam 9 pagi kita packing, dan ada kejadian gak seru. Salah satu frame tenda patah! Aduh… ini bikin gak enak banget. Ngrepotin banget. Saya bisa bayangkan jika saya yang suka foto tiba-tiba kamera saya jatuh dan rusak karena dipakai orang, kira-kira seperti itulah perasaan mas Ton yang anak gunung melihat frame tendanya patah.. hiks. Tapi dasarnya mas Ton sabar banget, kejadian ini sepertinya gak jadi masalah.

Perjalanan kami lanjutkan ke pemandian Wendit. Di daerah Blimbing, Malang. It’s not that interesting sih.. tapi udah sampai sana masak nggak didiamkan saja? Akhirnya saya nyemplung di kolam dan mandi. Yang menyebalkan adalah, banyaknya monyet yang nggak takut sama manusia. Bahkan saya sampai harus merelakan kacang yang direbut paksa dari tangan saya.. daripada kena rabies ya saya buang aja ke muka monyet itu sambil sebel dan menyumpah-nyumpah. #kikir

Masih belum puas klayapan… kami pun meluncur ke Batu. Menikmati susu KUD batu dan ketan keju di seputaran alun-alun kota. Kalo diibaratkan, Batu dan Surabaya itu seperti Bandung dan Jakarta, musim liburan seperti ini banyak warga Surabaya yang menghabiskan waktu di Batu. Dan disinilah terjadi tragedi Marco. Saya, Dian, dan Erning yang kerja dalam satu perusahaan otomatis gila kalo udah di luar kantor, tingkah kami suka tak terkontrol nyaris seperti imbisil. Dan tanpa diduga-duga, ada seorang klien yang kebetulan di Batu memergoki “kegilaan” kami… bedebah.. jauh-jauh dari Surabaya masih saja ada yang mengenali, kontan kami langsung berubah normal dan jaim… menyebalkan!

Perjalanan kali ini ditutup dengan makan malam di Warung Bambu bersama ikan-ikan sebesar kaki orang dewasa…

Untuk foto-fotonya bisa dilihat di : https://johanesjonaz.wordpress.com/2012/12/29/rumah-pohon-taman-dayu/

Advertisements

14 Comments Add yours

  1. ayanapunya says:

    haha rebutan sama monyet 😀

  2. johanesjonaz says:

    iya.. beneran.. monyet liar, saya aja kalah liar… 😛

  3. monyetnya tau species sejenisnyaaa… ;p

  4. johanesjonaz says:

    untung lu gak ikut ya… lu ga bakalan dibolehin pergi, dijadiin ratu mereka..

  5. Badai says:

    Taman Dayu itu dimana lokasinya, Jo? masuk Taman Nasionalkah?

  6. johanesjonaz says:

    HAhahah… enggak lah Di, itu nama resort di daerah Pandaan, antara Malang-Surabaya. Dekat sama Taman Safari.

  7. Kerajaan kita bertetangga dong bro!

  8. johanesjonaz says:

    Iya lu kerajaan monyet, gw kerajaan demit!

  9. Bagi pesugihan dooooong….
    Gw terancam miskin niih!

  10. johanesjonaz says:

    Hasil ngepet lu nggak mencukupi? #prihatin

  11. Dah gak da yang niupin lilin… hiks ;(

  12. johanesjonaz says:

    Ganti aja jangan ngepet kalo gitu.. Piara tuyul.. Dah ada stock kan lu *cling.. Panggil TJ

  13. Hahaahaha! Mbahnya itu siih…! Pasti cepet kaya gwa!! Hahahahaha

  14. nopan says:

    wowww acaranys seru juga ya, sampe edisi rebutan kacang ama monyet. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s