Jazz Gunung 2012, July

Gak ada hubungannya sih antara keduanya, tapi perginya sama siapa itu yang bikin heboh…Mix and match teman2 saya dan jadilah : Gank WoHoo!

Jazz Gunung

Minggu lalu (7 Juli 2012) saya, Ninot, Ledy,Riri dan Santi menghadiri perhelatan akbar Jazz Gunung 2012 di Bromo. Buat saya ini yang pertama kalinya menikmati musik dengan environment pegunungan yang dingin, katrok kan? Tapi ada lagi yang lebih katrok dari saya, selain baru pertama menikmati jazz di gunung, dia juga belum pernah ke Bromo! Ngeri nggak bacanya? Ngeri kan?

Kami berangkat ba’da subuh, rencana semula berangkat jam 3 dinihari tapi entah kenapa ada yang mengkambinghitamkan sopir dengan tuduhan gak bisa bangun… Hayo ngaku! Kasian Pak Soleh

Sampai di perbatasan Probolinggo, kami mengisi perut dengan Rawon Nguling yang istimewa, sebenernya masakannya terlalu manis buat saya dan potongan dagingnya terlalu besar meskipun lembut.. yang menarik buat saya di sini justru tape ketan hijau yang rasanya legit dengan sedikit bau alcohol hasil fermentasi.

Sampai di lokasi masih sepi dan kami memutari Java Banana tempat dilaksanakannya event ini. Berhubung acaranya masih lama, saya dan teman-teman mampir ke café Lava… Eh, ndilalah kok jam makan siang udah selesai dan mereka mau berih-bersih… yah terpaksa kami ngungsi di café Lahar yang cozy dan semriwing (silahkan cari di google sampe ambeyen kalo dapat tempat ini). Kami ngopi dan ngerokok sambil menggigil, ih Bromo yaaa dinginnya bukan main sekarang!

Masuk jam makan siang saya dan teman-teman lanjut ke Yoschi. Dengan ketakutan kami pilih menu, sorry guys gw cuman cerita yaaaa gak bermaksud pelit! Hahahah…… Yoschi masih seperti dulu, sama persis seperti beberapa tahun yang lalu saat saya ajak ibu dan sodara perempuan saya menginap di sini; cottage-cotage yang sama dan bangunan resto dengan makanan yang “nyleneh”.. make sure kalian tanya2 dulu seperti apa makanan yang kalian pesan… bisa jadi apa yang otak bayangkan beda dengan outcome dapur Yoschi.. percaya deh! Sebenarnya keadaan tersebut bisa dimaklumi karena rata-rata yang menginap di sini adalah wisatawan mancanegara dan pemiliknya juga orang asing yang menikah dengan penduduk lokal, jadi makanan di sini masih beraroma bule, meskipun namanya Jawa.

Kami kembali ke Java Banana karena di brosur tertulis jam 2 siang mulainya. Jam karet! Seperti biasa, bahkan Tompi dengan suara mencicitnya masih kedengaran check sound saat waktu menunjukkan pukul 3 lewat. Ada beberapa mobil yang sudah teronggok parkir di dekat pintu masuk,kami lihat masih ada satu tempat buat kami… dan kamipun dengan percaya diri parkir disitu… kami baru sadar kalo tempat parkir itu adalah tempat khusus bagi tikus birokrasi – raja kecil tukang korup dengan plat merah berisi BBM subsidi dari rakyat.. fuck you! Berjam-jam mobil kami ditungguin sama petugasnya, lebih pinter kami dong! Meskipun kami kedinginan karena selimut dll masih ada di dalam mobil, kami bertahan untuk “tidak mengakui” keberadaan mobil kami daripada memberikan spot tersebut pada penguasa jahanam itu huahahahahha ….

Begitu masuk, sepertinya mulut nyinyir teman2 saya ini paling rame… terbukti ada fotografer panitia berseragam orange langsung datang dan minta kami pose dan wawancara…. Errr… tayang di mana mbak? Jawaban pertanyaan saya sampai sekarang masih misteri…. Bahkan saat saya mengacak-acak youtube, belum nongol juga muka kami!

Waktu berlalu dan tiba waktunya nonton orkes… Sebenernya saya sudah waleh dengan Tompi dan Glenn tapi penampilan MC yang ternyata anaknya pendagel Marwoto dari Jogja membuat malam itu lebih lucu dan asik! Semua lagu Tompi dan Glenn saya lahap.. eeaaaaaaa… tapi penampilan Iga Mawarni membuat saya “nganga” … Aduh mbakkk… ngomong aja sudah enak didenger apalagi nyanyi…melting.

Tata panggung pagelaran ini sangat menarik meskipun hanya menggunakan tonggak-tonggak bambu kuning yang dijajar membentuk kipas. Efeknya baru terasa saat hari mulai gelap! Ternyata bambu-bambu ini menjadi semacam reflector buat lampu panggung sehingga menciptakan kesan panggung yang glamour. Top buat arsiteknya!

 

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. rie02s says:

    Gw suka baca cocotan lo, Jo!! Except your bully part! Aaaah miss you guys!!!
    Foto lo bikin gw mupeng pengen beli kamera!! 😍

  2. johanesjonaz says:

    lebaran kudu punya dslr!

  3. Rie says:

    Xixiixi this one is my active one yaa 😉
    Lebaran belajar lebih giat duluu untuk menentukan type yg sesuai dg otak n kantong gw!

  4. johanesjonaz says:

    huuahahahahhahahahah…… kalo lo cocoknya kamera HP kalo nurut otak dan kantong lu

  5. efratadenny says:

    Petualangan yang seru. Salam.

  6. johanesjonaz says:

    terimakasih… salam kembali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s