Goa Tetes Lumajang

Image
Kami tiba di Kabupaten Lumajang kira-kira pukul 9.30 pagi. Setelah menaruh ransel kami di penginapan Grand Aloha, kami menyantap makan siang di sebuah warung yang cukup asri dan menunya lumayan enak. Kami makan cukup banyak karena memang udara kota Lumajang yang sejuk dan agak dingin membuat nafsu makan kami luar biasa.

Tujuan pertama adalah hutan Bambu yang ada di kecamatan Candi Puro. Di dalam hutan bambu ini ada sebuah mata air yang besar dan jernih. Biasanya mata air yang saya temu adalah berupa danau yang sumber airnya sedniri tidak kasat mata, lain halnya dengan sumber air di hutan bambu ini. Baru kali ini saya menyaksikan mata air yang berbual-bual mengeluarkan ratusan kubik air per detik dan sangat kernih. Suasanya di hutan bambu cukup gelap dan lembab. Beberapa kali kami berpapasan dengan germobolan monyet penghuni hutan ini. Atmosfirnya sangat meneduhkan, apalagi saat saya melihat pintu masuk utara yang terbuat dari anyaman bambu dan jalan setapak yang menuntun pengunjung ke dalam hutan. Sinar matahari yang samar-samar masuk dari celah rimbunnya daun bambu membuat suasanya nyaman pedesaan yang sangat kental. Saya betah berlama-lama di tempat ini. Beberapa kali saya berpapasan dengan penduduk setempat yang mengambil rumput untuk ternaknya. It’s really something!

perjalanan kami lanjutkan ke daerah yang dinamakan Loji (setau saya, Loji adalah bangunan untuk tempat tinggal meneer Belanda), sebuah tempat di daerah tinggi yang bisa melihat hamparan lembah di kaki semeru. Saya jadi teringat kisah Tuhan Yesus yang di bawa iblis ke pegunungan dan menunjukkan lembah Yerusalem dan kotanya, mungkin pemandangannya seperti ini… 🙂

Menjelang sore kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Watu Godek, di ujung selatan Kabupaten Lumajang. Sebenarnya pantaio ini bagus dengan hamparan pasir hitamnya yang luar biasa luas, namun sayang tidak dipelihara. Saya tidak begitu menikmati tempat ini, tetapi terbayar lunas oleh pemandangan perjalanan menuju tempat ini yang membelah hutan dan bukit dengan jalan yang rusak parah.. apalagi saat melihat bibir pantai dari atas… bagus sekali.

Setelah beristirahat semalam, pagi-pagi buta kami sudah berada dalam mobil untuk menuju ke Goa Tetes di Kecamatan Pronojiwo. Dalam perjalanan menuju lokasi, kami melewati Jembatan Merah yang di bawahnya adalah aliran lahar Gunung Semeru bila meletus. Saya berhenti sebnetar untuk menikmati udara pagi dan sinar matahari pagi bersama-sama dengan masyarakat yang bersepeda! Imajine that… bersepeda! Buat saya mereka hebat banget mengingat trayek naik dan turun serta tikungan aduhai diantara jurang.

Perhentian berikutnya adalah Piket Nol, yaitu sebuah gardu pandang dan pos pengamatan Gunung Semeru di wilayah kabupaten Lumajang. Dari sini Gunung Semeru yang gagah terlihat utuh mulai dari kaki hingga kawah yang mengepulkan asap putih.

Hari itu kami adalah pengunjung pertama di lokasi Goa Tetes. Setelah membayar karcis masuk (yang dijaga oleh seorang tunanetra) kami meluncur turun melewati anak tangga dan jalan setapat yang berselang-seling. Tidak ada satu manusiapun yang saya temui, tapi kam tetap berjalan tanpa pemandu. Setelah berjalan kira-kira 1,5 km, kami bisa melihat aliran sungai yang berada di dasar jurang. Setelah berisitirahat dan mengatur nafas kami pun melanjutkan trekking yang menurut papan petunjuk kurang 1 km lagi untuik sampai ke Goa Tetes.

Tak lama kemudain kami melihat dari jauh ratusan air terjun kecil yang turun di dinding tebing.. sebuah mahakarya Tuhan yang luar biasa… This is the most beautiful waterfall ever! Kami hanya bermain-main di dekat air terjun dan sampai tigapuluh menit berlalu tiba-tiba datanglah beberapa orang mahasiswa dari kota Lumajang bersama dua anak kecil, Andika dan Mahfud (kira-kira 7 tahun dan 6 tahun) yang rupanya adalah pemandu mereka. Dan dalam hitungan menit kesukaan yang kami punya dilipatgandakan oleh kehadiran mereka. Petualangan ala bolang pun dimulai!!

Mereka (terutama Andika dan Mahfud) mengajak kami menaiki dinding tebing, melawan arus air terjun untuk masuk ke dalam goa! Kami jadi seperti kadal yang merayap naik melewati bebatuan dan kadang-kadang melawan derasnya air terjun. Kami tiba di perhentian pertana : Goa Buta. Kamitidak masuk, karena tidak ada yang bawa senter dan banyak kelelawar yang bersarang disana. Selanjutnya Andika dan Mahfud mengajak kami merayapi dinding tebing ke gua selanjutnya : di dalam goa ini ada kolam air yang sangat jernih dan kami semua masuk ke dalamnya bermain air yang segar dan jernih… sabil menikmati bias sinar matahari yang membentuk pelangi di sana-sini.

Kami merayap lagi, kali ini menuju ke goa paling atas, Goa Ratu. Andika menginstruksikan agar kelompok dibagi dua : yang laki-laki mengambil rute sebelah kanan dan yang perempuan di sebelah kiri. Kami menurut saja, karena mungkin ini adalah bagian dari local wisdom.. yang ternyata adalah kampret! Si bocah ngerjain kami karena rute sebelah kanan lebih sulit dari rute sebelah kiri dan mereka tertawa-tawa setelah yang laki-laki sampai di atas.

Rute yang kami lalui lumayan sulit, selain licin, kemiringan tebing juga hampir 90 derajat. beberapa dari kami memutuskan untuk tinggal dan beberapa meneruskan perjalanan ke Goa Ratu, termasuk saya. baru setengah perjalanan kami memutuskan untuk berhenti karena ini sudah diluar jangkauan kami, beberapa dari kami sudah tersadar dan mulai bingung cara turun ke tempat semula. Andika rupanya kelihatan kecewa.. yah sudah sampai sini.. nanggung! Demikian teriaknya dari atas.. Gila nih anak.

Kami pun merangkak turun ke lokasi semula, ternyata di bawah sana sudah mulai banyak pengunjung yang datang… wah, untung kami datang lebih awal!..

It was a great weekend! Thanks to Andika dan Mahfud!Image

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. chiemayindah says:

    Subhanallah… bagusnya ini air terjun. Ini lumajang jawa timur itu kah? Eh emang lumajang ada di mana lagi yak :D. Mumpung lagi domisili Bangil kayaknya harus direncanain nih… #WishList

  2. johanesjonaz says:

    deket kok Bangil Lumajang.. ayo segerea kesana!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s