Ujung Genteng

Ujung Genteng

Bus kecil yang membawa kami tiba di terminal Cianjur kira-kira pukul delapan malam. Dengan ongkos yang lumayan mahal (baca : ditipu) kami berhasil menghirup udara bebas setelah terperangkap dalam bus gelap yang penuh sesak. Untung saja dalam perjalanan kami berkenalan dengan seorang bapak yang mau berbaik hati menolong kami mencarikan jalan agar kami sampai di Ujung Genteng malam itu juga. Dari Cianjur kami melanjutkan perjalanan ke Sukabumi dengan bus yang lumayan lapang, masih ditemani oleh si Bapak kami tiba di terminal Sukabumi pukul sepuluh malam.

Kami turun di depan sebuah warung soto betawi yang kumuh dan berbau amis daging. Entah bagaimana ceritanya akhirnya si Bapak berhasil memperoleh mobil sewaan untuk kami. Sakti, saya pikir… mengingat musim lebaran dan waktu yang mendadak.. hampir mustahil jika pendatang seperti kami mendapatkan mobil sewaan dengan mudah. Akhirnya kami berangkat dengan mobil ini. Di sepanjang perjalanan saya tertidur pulas, fisik saya sudah lelah dengan trekking sepanjang hari di curug Malela. Saya terbangun ketika si sopir meminggirkan mobilnya untuk beristirahat di sebuah warung kecil di pertigaan jalan raya. Ada beberapa kendaraan yang berhenti selain kami. Saya ikut turun dan memakan bakso kikil paling seram yang pernah saya makan, betapa tidak, di tempat itu tergantung onggokan daging yang menyerupai kepala sapi utuh!

Saya sadar jika saya belum memesan tempat untuk menginap di ujung genteng. Berbekal hp dan sinyal internet seadanya saya berhasil menemukan beberapa nomor telpon penginapan di Ujung Genteng, diantaranya pondok Hexa, pontok Adi dan Amanda Resort. Celakanya semua sudah penuh… saya browsing lagi di milis dan menemukan nomer HP pak Boby. Segera saya telpon beliau dan meminta tolong untuk dicarikan penginapan.

Begitu sampai di pintu masuk pantai, saya menghubungi lagi Pak Boby dan kabar baikpun menyambut kami. Pak Boby berhasil menemukan tempat menginap tak jauh dari pondok Hexa. Tak sempat beristirahat, kami segera keluar untuk cari makan pagi. Di warung sudah menunggu beberapa tukang ojek yang menawarkan untuk menghantar kami berkeliling melihat pantai yang tersebar di Ujung Genteng. Setelah disepakati harga kami segera meluncur naik ojek.

Perhentian pertama adalah pantai tak jauh dari penginapan, saya tidak terlalu suka karena terlalu ramai. Saya tidak menghabiskan waktu disini dan langsung meluncur menuju Pantai Ombak Tujuh. Rupanya liburan saya kali ini ditakdirkan untuk selalu menempel dengan jok ojek. Benar saja, selama beberapa jam saya digoncang oleh motor yang saya naiki melalui jalan setapak. Tidak terhitung berapa kali muka saya “ditampar” oleh dahan dan ranting vegetasi khas pantai, belum lagi kaki saya yang seolah menjadi sarana penyebaran benih karena saking banyaknya biji-bijian bergerigi yang menempel di rambut kaki saya. Alhasil begitu sampai di tempat tujuan, kaki saya baret-baret… nasib..

Pantai Ombak Tujuh sangat menawan. Kenapa dinamakan ombak tujuh? Karena (jika beruntung) dari atas tebing kita bisa melihat ombak yang bergulung-gulung sampai tujuh gulungan. Sayangnya saya tidak mendapatkan tujuh ombak itu, paling banter empat.. tapi tak apalah… saya sudah cukup puas melihat ombak dan pantai biru dengan ganggang laut berwarna hijau dan coklat yang menghiasi bibir pantai.

Ada beberapa nelayan yang mencari ikan disana, ada yang menggunakan kail ada juga yang menggunakan jarrng yang saya lihat di kejauhan. Bibir pantai ditumbuhi ganggang laut berwarna hijau dan coklat bak beludru, jika kita berdiri bertelanjang kaki diatasnya rasanya lembut, seperti menginjak rumput tapi lebih lembab dan rapuh. Jika gelombang datang dan menghantam bebatuan karang, tak berapa lama terdengar suara-suara seperti air yang melewati pipa, rupanya dasar karang itu kosong dan membentuk pipa-pipa kecil yang jika dilewati air akan mengeluarkan suara-suara khas itu. Saya suka pantai ini!!

Tak jauh dari pantai Ombak Tujuh, ada pantai Batu Keris. Gugusan batu-batu hitam bertekstur gumpalan seperti awan membentuk bibir pantai dengan lantai batu mirip candi. Saya baru tau ada pantai seperti ini. Unik sekali. Dalam benak saya, saya bisa main kejar-kejaran dengan leluasa!

Perhentian berikutnya adalah pantai Pasir Putih. Dari semua pantai yang pernah saya kunjungi, harus saya akui bahwa pantai Pasir Putih Ujung Genteng ini adalah yang terluas dan terpanjang. Mungkin karena saking luasnya, angin bisa membentuk pasir di permukaan pantai ini menjadi seperti sisik ular… dan itu keren!

Ujung Genteng merupakan kompleks pantai yang terbilang lengkap. Jika ingin melihat ombak ganas dan tebing karang bisa datang ke Pantai Ombak Tujuh, jika ingin bersantai dan membuat istana pasir bisa datang ke pantai Pasir Putih. Jika ingin berselancar bisa datang ke Pantai Surfing, yang kebetulan bersebelahan dengan Pantai Pangumbahan tempat pelestarian penyu hijau yang menjadi perhentian terakhir trip pantai kali ini.

Banyak peselancar dari mancanegara yang datang kesini, diantaranya dari Brazil. Dia bilang pantai dan ombaknya bagus, tapi sayang airnya agak dingin. Saya menangka
p senja yang bagus di pantai surfing ini.

Ada kegiatan yang saya protes. Sebaiknya pelepasan tukik (anak penyu) tidak dijadikan komoditi wisata. Miris rasanya melihat nasib tukik yang menjadi rebutan ratusan pengunjung yang tidak sadar dan tidak tau bagaimana berperilaku. Ada beberapa anak penyu yang mati karena terinjak pengunjung yang berdesak-desakan. Terlebih lagi ada juga pengunjung berenang mengejar tukik yang baru saja dilepaskan, dibuat mainan, dilepas kemudian ditangkap lagi sampai-sampai tukik itu kehilangan tenaga. Saya jadi kehilangan selera sewaktu pemandu kami menawarkan untuk melihat penyu bertelur di malam hari. Saya sedih dengan ulah pengunjung yang tidak tau cara memperlakukan alam.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. theokaraeng says:

    belum pernah ke sini 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s