Etika Fotografer

Sebagai penghobi fotografi (dan pelaku mungkin) saya belum bisa menentukan minat saya, apakah akan fokus ke landscape, model, human interest, atau macro. Saya sedang bereksplorasi.

Tantangan terberat adalah waktu saya memotret apapun yang berhubungan dengan manusia, Menurut saya, banyak faktor yang harus diperhatikan jika Anda memotret manusia. Dari pengalaman saya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Mood…. Manusia selalu berhubungan dengan mood dan emosi. Ingatlah untuk selalu memposisikan diri Anda di pihak lain (model). Menjadi model itu sangat melelahkan. Pemotretan seringkali memakan waktu yang panjang, mulai dari persiapan, make up, wardrobe, assesories sampai ke proses pemotretan. Model harus mempertahankan pose dan ekspresi yang diinginkan fotografer untuk beberapa lama dan ini membutuhkan tenaga ekstra. Kadang-kadang, jika pemotretan dilakukan diluar ruangan terik matahari juga gampang membuat model kepayahan. Pada intinya, ciptakan suasan dan mood yang menyenangkan. Jika model anda sudah terlihat capek, hentikan pemotretan untuk sementara sampai dia mendapat energinya kembali. Jangan memaksakan diri, karena jika model anda kelelahan, mood akan hilang dan Anda tidak akan mendapat ekspresi dan pose yang bagus dari model Anda.

Kemampuan komunikasi verbal. Fungsi utamanya adalah untuk mengarahkan model Anda pada pose yang Anda inginkan tanpa menggunakan sentuhan fisik. Kebanyakan model tidak suka jika fotografer menyentuh mereka. Gunakan bahasa yang halus dan tidak memerintah. Kemampuan komunikasi ini juga berguna untuk menjaga mood model Anda, membuat model Anda merasa nyaman, dengan demikian dia bisa lebih leluasa untuk berekspresi dan mengeluarkan posenya dengan baik. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika Anda mendapat gambar yang bagus, tapi jangan berlebihan. Jika Anda memotret human interest, misalnya saja Anda bertemu dengan ibu pedagang sayur yang Anda pikir bagus sekali untuk difoto, jangan sungkan-sungkan untuk mengajaknya bicara. Meskipun tema Anda candid, tidak berarti juga bertabiat layaknya pencuri, jepret-jepret lalu lari. Seyogyanya Anda memperlakukan mereka sebagai model, bukan sebagai object foto semata. Bahkan, jika Anda cukup berempati, Anda akan mendapatkan foto yang lebih hidup… karena Anda mengerti background dari manusia yang Anda jadikan object Anda.

Sharing. Seringkali kalo kita meminta teman kita sendiri sebagai model, selain gratis kita juga gampang berkomunikasi dengannya untuk memperoleh hasil jepretan yang kita inginkan. Hal yang sering terjadi adalah, jika kita memfoto model yang gratisan (teman ato kenalan) kita sering lupa berbagi hasil foto dengannya. Padahal, dengan memberikan hasil jepretan kita, itu adalah bentuk rasa terimakasih kita padanya yang sudah susah-susah mau menjadi model. Juga berlaku jika Anda memfoto human interest atau street photograph. Jangan terlalu pelit, jika Anda memfoto ibu-ibu penjual sayur seperti kasus diatas belilah barang yang dia jual sedikit saja meskipun Anda tidak memerlukannya toh nanti Anda bisa memberikannya pada orang lain atau berbagi air mineral, makanan atau apalah jika Anda memfoto petani atau siapa saja, usahakan tidak memberikan uang kecuali memang ada peraturannya (misalnya Anda memfoto desa something dan Anda dikenai retribusi desa sebagai imbalannya) karena hal ini tidak mendidik. Pada intinya jangan hanya mengambil, tapi juga memberilah.

Usahakan untuk tidak memotret berombongan. Yang sering terjadi adalah satu model dikeroyok rame rame oleh 10 fotografer atau lebih. Sangat tidak nyaman. Anda akan kesulitan mencari angle terbaik dan terganggu dengan fotografer lainnya. Lampu blitz yang datang bertubi-tubi akan mengkacaukan metering Anda bila Anda menset kamera Anda dalam posisi manual. Belum lagi ajang untuk pamer gadget diantara para fotografer yang sangat tidak mengenakkan.. percayalah sangat membuat ciut nyali bila Anda melihat gadget orang lain lebih canggih dari milik Anda. Disisi lain model Anda akan merasa menjadi domba di tengah-tengah serigala.

Semoga bermanfaat,

Jonaz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s