Originalitas?

Pendapat pribadi saya sebagai fotografer amatir :

Dunia fotografi… hm… saya sudah menyukainya sejak masa kuliah tapi hanya sekedar jadi penikmat saja. Akhir-akhir ini, keinginan saya untuk kembali ke dunia fotografi muncul lagi. dan kali ini saya mencoba menjadi pelakunya.

Belajar secara otodidak untuk memantapkan teori dengan bereksperimen dan mencuri ilmu melalui seminar fotografi, maupun datang untuk melihat pameran foto untuk memperkaya ide dan wawasan (dan tentu saja membaca buku seputar fotografi)

Suatu kali saya mendengarkan ceramah salah satu fotografer profesional kenamaan di salah satu peluncuran produk kamera. Dia menunjukkan foto-foto yang luar biasa menurut saya. Komposisinya cantik, angle-nya menawan, gambarnya tajam dan warnanya luar biasa. Tapi ada sesuatu yang membuat saya gusar… Dia mengaku kalo dia selalu menggunakan software fotografi untuk final touchnya, entah itu koreksi saturasi, color balance, contrast, ato yang lainnya. Gusar… gusar banget karena menurut saya dengan penggunaan software fotografi pada karya foto, maka terjadi pergeseran nilai originalitas.

Memang bagi penikmat foto, mereka nggak bakalan peduli saat melihat karya foto yang bagus; apakah fotografer jungkir balik untuk cari angle yang bagus, atopun waktu yang dihabiskan untuk mendapat momen dan cahaya yang tepat untuk menghasilkan foto yang bagus. Bagi penikmat foto, yang penting hasilnya, bukan prosesnya. Dengan adanya teknologi digital yang menunjang dan berkembang pesat (I’m talking about software2 canggih fotografi), – dengan dalih : buat apa susah kalo ada yang gampang? Yang penting dapat hasil bagus…. – maka banyak fotografer (sorry to say : fotografer komersial) yang cari gampangnya dengan memanfaatkan software2 itu untuk membuat karya yang super bagus. Well… menurut saya itu bukan esensi seni fotografi, karya itu nggak original. Bagi saya pribadi, adalah kepuasan tersendiri bila bisa membuat foto indah tanpa retouch sama sekali. Kebanggaan tersendiri sewaktu bisa menangkap momen dan cahaya yang tepat sewaktu memfoto, dan tersenyum girang karena dapat warna dan komposisi yang indah saat melihat layar LCD. Komputer bagi saya cuman sarana untuk mendownload gambar dari kamera ke komputer, that’s it… tidak yang lain.

Profesi saya mengharuskan saya akrab dengan piranti lunak desain grafis… saya sering memanipulasi foto2 untuk iklan dan brosur, tapi alhamdulilah saya nggak pernah mengutak-atik foto2 karya saya sendiri dengan software2 itu selain cropping. Semoga seterusnya begitu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s