Songa Rafting, Sungai Sampeyan Bondowoso

Menaklukkan satu lagi wahana arung Jeram di Jawa Timur.

Beberapa hari yang lalu ada salah satu teman yang mengabarkan kalau ada spot baru untuk rafting di Bondowso, dia mendapatinya sewaktu membaca koran pagi langganannya. Segera saya mengumpulkan teman-teman dan menawarkan unttuk mencoba spot baru ini. Terkumpul tujuh orang dan kami sepakati tanggal dan itinerarynya. Dengan harga promo Rp. 150.000/ pax sampai akhir Januari 2010, kami bergegas untuk mencari sewaan mobil untuk menghantar kami kesana.

5 jam perjalanan dari Surabaya ke Bondowoso, tidak terasa karena pengemudi mobil sudah hafal jalan dan medan trayek ini.Kami melintas dengan cepat, lewat jalur pintas Arak-Arak yang berliku-liku dan naik turun. Sesampainya di kota Bondowoso, kami beristirahat sejenak untuk sarapan. Sayang sekali, informasi tentang wahana arung jeram ini minim sekali, tidak ada papan petunjuk dan saya harus menelpon beberapa kali ke pengelolanya agar kami tidak tersesat. Yang saya ingat, jika sudah sampai alun-alun kota, kita lurus saja ke arah timur sampai ke pasar Wonosari, kemudian belok ke utara menuju Sungai Sampeyan baru.

Untuk ukuran spot baru, fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Base campnya sudah bagus tapi sayangnya sarananya tidak beroperasi semua seperti kamar mandi dan rest area. Kalo menurut saya sepi, hanya ada rombongan kami dan satu keluarga dari Surabaya. Kami segera bergegas di meeting point dan menerima arahan dan prosedur standar rafting dari guide kami. Total ada 4 perahu yang turun, 2 perahu untuk rombongan kami, 1 perahu dinaiki keluarga dari Surabaya dan 1 perahu rescue.

Keunikan yang dimiliki sungai Sampeyan ini adalah tebing-tebing batu yang kokoh di sepanjang sungai. Seperti kata penduduk setempat, sungai ini adalah Grand Canyon-nya Indonesia…. Dipermanis dengan beberapa air terjun kecil yang hanya ada jika musim hujan tiba dan beberapa spot sarang kelelawar yang ada di pinggir tebing.. Kelelawar yang hidup disini lumayan lebih besar jika dibandingkan dengan kelelawar di Sungai Pekalen atas.

Seperti sungai di daerah bawah, di sepanjang sungai banyak penduduk yang beraktifitas di sepanjang sungai, mulai dari memancing, memandikan kerbau, juga petani yang menggarap sawahnya di tepi sungai. Jeramnya pun tidak terlalu banyak, memang ada beberapa yang agak besar tapi tidak segarang sungai Pekalen atas , Probolinggo yang notabene lebih sempit dan berarus deras.

menurut saya banyak yang perlu dibenahi, seperti rest area yang terlalu jauh dari bibir sungai dan kamar mandi yang harus segera dioperasikan. Waktu itu kami menumpang di rumah penduduk yang dijadikan basecamp, yang hanya punya 1 kamar mandi. Karena tidak mau menunggu antrian dan waktu sudah sore, saya memilih mandi bersama penduduk setempat di sumber air pinggir sungai yang letaknya 50 meter dari basecamp.

Indonesia, pecahan nirwana yang tersembunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s