Perjalanan ke Kalimantan Timur jilid 2

Melanjutkan perjalanan saya, setelah sehari di Sangatta saya menuju ke Berau menggunakan travel lagi. Kali ini menggunakan Toyota avanza berpenumpang 6 orang. Ongkosnya Rp.200.000/kepala. Seperti perjalan saya menuju ke Sangatta, perjalanan ke Berau kali ini juga dipenuhi oleh warga pendatang. Semuanya dari Jawa, ada yang sudah puluhan tahun menetap di Kalimantan, ada juga yang baru pertama kali ke Kalimantan.

Tidak banyak pemandangan yang bisa dilihat di malam hari, selain merasakan goncangan yang bukan main membuat badan sakit semua di karenakan kondisi jalanan yang jelek. Dari awal saya sudah diperingatkan oleh temen backpacker, Mbak Hikmah, bahwa kondisi jalan di Kalimantan sangat memprihatinkan, dan terbukti saya tidak bisa memejamkan mata selama 14 jam perjalanan. Kondisi jalanan yang berlumpur membuat mobil kecil ini kesulitan bergerak, dan begitu jalanan agak rata dan kering sedikit, si sopir langsung tancap gas… tidak mempedulikan bahwa yang diangkut adalah manusia, bukan batubara.

Selama perjalanan saya mengeluhkan attitude para penumpang yang kurang terpuji. Ada seorang bapak yang terus menerus merokok selama perjalanan, begitu punting rokok habis langsung disambung yang lainnya. Saya sudah menegur beberapa kali, dan beliau hanya mengiyakan saja tanpa aksi mematikan rokok. Juga saya mengeluhkan jendela yang dibuka lebar-lebar selama perjalanan.. bikin masuk angin saja.

Memasuki kabupaten Berau jalanan sudah agak lumayan bagus, masih tetap dengan pemandangan hutan, kebanyakan hutan yang sudah dirambah. Saya sampai di rumah teman backpacker, mbak Mimi… Sebuah keluarga yang bersahaja menyambut kedatangan kami dengan tangan terbuka. Setelah beristirahat sejenak dan melihat-lihat Tanjung Redeb, dengan bantuan mbak mimi kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu, dermaga tempat penyeberangan speed boat ke Pulau Derawan. Di Tanjung Batu, kami sudah ditunggu oleh Mas Moyok, operator speed boat kenalan mbak Mimi. Dengan membayar 350 ribu kami dihantar dan dijemput sesuai perjanjian kami dengan mas Moyok.

P. Derawan, sampai disana saya menginap di BMI, lupa kepanjangannya apa.. kami menyewa sebuah kamar yang berada di atas laut… setelah check in kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati sunset di atas jetty, karena malam itu adalah pergantian tahun baru banyak pengunjung yang datang kesana. Lumayan crowded, tapi masih bisa dinikmati. Senja di Pulau Derawan sangat sempat mendokumentasikan panorama bulan purnama di pantai Derawan, sayang sekali saya tidak bisa mengabadikan sunset, karena mendung di ufuk barat begitu tebal.

Memasuki jam makan malam, saya masuk ke daerah perkampungan nelayan. Meskipun ada restoran diatas laut yang disediakan oleh hotel, namun kami tidak bisa makan disana karena sudah dibooking oleh kepolisian daerah berau untuk acara tahun baru. Di tengah restoran itu ada kolam ikan, yang sebenarnya adalah laut yang diberi keramba. Di perkampungan nelayan itu banyak sekali penginapan-penginapan (sebenarnya rumah penduduk yang disewakan untuk tamu) mulai dari Rp. 60.000 sampai Rp. 100.000/malam. Menu makan malam kami adalah cumi bakar dan ikan putih. Hm… lezat sekali. Praktis selama saya berada di derawan, diet saya adalah seafood karena memang daerah ini kaya akan hasil laut. Sembari menunggu ikan dimasak, saya menikmati suasana kampong yang asri, diterangi oleh cahaya bulan purnama, anak-anak bermain di jalanan kampong yang terbuat dari pasir padat yang halus dan terasa dingin di kaki (saya bertelanjang kaki untuk menikmati jalanan ini). Seolah-olah ini visualisasi dari lagu anak-anak di Jawa yang sering saya dengar… anak-anak bermain di halaman diterangi cahaya bulan, sedangkan orangtua duduk berkumpul dan bercengkrama… indahnya!!! Suasana ini sesekali dimeriahkan dengan kembang api yang terus-menerus bersahutan sepanjang sore hingga malam. Puji Tuhan malam itu cuaca sangat cerah, tidak hujan bahkan mendungpun tidak tampak.

Keesokan paginya saya kembali berjalan-jalan mengelilingi pulau, menyisir pantai dan menikmati dinginnya pagi. Kali ini saya kurang beruntung, karena semalam begadang akhirnya bangun terlalu siang sehingga tidak bisa menikmati sunrise di P. Derawan. Saya kembali bermain di laut, menurut orang sana kalo mau ketemu penyu harus bawa daun pisang. Setelah sewa alat snorkeling, saya ke tengah pantai untuk berenang sambil membawa daun pisang. Sambil nyari2 penyu, lumayan lama… saya melihat ikan dan beberapa bintang laut di dasar pantai. Saya hampir putus asa dan mengira orang2 bohong tentang keberadaan penyu itu sampai tiba-tiba dari laut yang lebih dalam muncul gerombolan penyu raksasa menghampiri saya. Hahahahah… sempat panik dan mencoba berenang ke tepian, tapi setelah itu saya menoleh lagi dan penyu2 itu terlihat tidak membahayakan, saya mencoba membangun percaya diri dan kembali berenang ke laut yg lebih dalam, menghampiri penyu2 tadi. Segera daun pisang yang saya bawa di endus2 lalu dimakan pelan2 oleh penyu2 tadi, saya ikut menghanyutkan diri ikut arus laut sambil melihat penyu2 sebesar meja belajar ponakan saya makan daun pisang dengan lahap… it was amazing!

Ada pengalaman yang menakutkan sewaktu pulang dari P. Derawan, pagi hari ketika kami harus kembali ke Tanjung Batu, cuaca memburuk. Hujan lebat dan angin kencang membuat jarak pandang di laut menjadi terbatas. Kami ingin membatalkan perjalanan pulang dan menunggu sampai cuaca agak membaik, tetapi karena mobil kami sudah menunggu… mau tak mau kami harus berangkat saat itu juga. Pengemudi speedboat tidak berani membawa kami dengan cepat karena takut akan bertabrakan dengan kapal lain. Di tengah lautan kami hanya bisa berdoa… tegang sekali berada ditengah-tengah laut dan tidak tau arah (secara pengemudi tidak dibekali dengan kompas dan hanya mengandalkan pengalaman saja)… selama 1 jam menuju Tanjung Batu kami hanya bisa berdoa… semoga bisa sampai dengan selamat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s