Perjalanan ke Kalimantan Timur jilid 1

Kalimantan yang bukan Kalimantan.

Berangkat dengan penerbangan murah Citilink Garuda, saya mendarat di pelabuhan udara Sepinggan Balikpapan. Ini kali pertama saya menginjak tanah Kalimantan, dalam bayangan saya Kalimantan adalah kawasan rimba dengan pohon-pohon yang besarnya tiga pelukan orang dewasa. Dari udara, sebelum mendarat saya lihat sungai besar dan hutan hijau-biru… Hm, ini Kalimantan yang sada dalam bayangan saya, hutan alami dengan pohon-pohon raksasa dan sungai yang berkelok-kelok..

Begitu keluar dari airport, saya terpesona dengan jalanan kota Balikpapan yang bersih… Saya mengira kota ini tidak jauh beda dengan kota pesisir pantai yg ada di Indonesia pada umumnya, dekil dan panas… tapi Balikpapan lain.. kota tertata rapi dengan daerah berbukit-bukit yang masih banyak vegetasinya. Kesan pertama yang begitu menyenangkan. Saya dijemput oleh teman saya, dan alhamdulilah dia memperbolehkan saya tinggal di tempat kostnya. Saya menginap sehari di kota Balikpapan, hanya singgah sebentar karena tujuan utama saya ke Kalimantan adalah ke Pulau Derawan dan sekitarnya.

Sebelum menuju ke Pulau Derawan, saya terlebih dahulu menjemput teman saya di daerah Sangatta. Balikpapan-Sangata saya tempuh dengan naik travel (kijang) dengan biaya Rp. 120.000/orang. Berangkat pukul 11 siang dan nyampe Sangatta pukul 21.00.. Perjalanan yang lumayan panjang dengan jalan yang naik turun bukit dan berkelok-kelok, memakan waktu yg agak lama karena harus mengantar penumpang satu persatu ke tempat tujuannya.

Selama dalam perjalanan saya tidak menemukan pohon raksasa seperti yang saya bayangkan. Kebanyakan rumah penduduk dan tambang batubara. Melewati bukit Suharto di Km 38, saya hanya bisa bengong… nggak worth it kalo mampir kesini, jembatan kanopi yang tersohor itu sudah ditutup, diganti dengan jalan untuk proyek tambang batubara yang tidak mungkin dilewati oleh mobil kecil karena jalannya yang rusak parah.

Sesampai di Sangatta saya lebih terkejut lagi… kota diatas bukit yang katanya kaya itu ternyata kotor dan sangat tidak tertata. Kondisi jalanan yang memprihatinkan, tidak ada saluran air.. banyak air menggenang dimana-mana… tidak ada vegetasi sama sekali… ini yang membuat Sangatta panasnya bukan main.

Selama saya di Sangatta, saya diajak berkeliling melihat lokasi penambangan batubara melalui menara pandang yang dibuka untuk umum “pit J”. Traktor raksasa seperti robot transformer berlalu lalang mengangut berkubik-kubik batubara… setiap 5 menit sekali mengangkut berton-ton batubara untuk “dilarikan” ke suatu tempat.

Saya kembali terperanjat sewaktu diajak memasuki kawasan pertambangan disana, pemeriksaan yang begitu ketat saya ditanya macam2… saya dkira wartawan (karena mungkin saya membawa kamera) dan dimintai surat ijin, tapi setelah saya jelaskan saya diperbolehkan masuk dengan meninggalkan KTP di pos sekuriti. Sungguh keadaan yang kontras dengan kota Sangatta di bawah, kompleks ini begitu hijau dengan fasilitas yang memadai. Sekolah, minimarket, sarana olahraga, dan juga private beach. Kawasan hunian di kompleks pertambangan ini selintas mirip dengan rumah pantai di daerah Brighton, Australia, dengan barak-barak berbentuk panggung berwarna hijau beratap rendah lengkap dengan fasilitasnya, dan di belakangnya ada hutan pinus! Masyaallah… menurut teman saya, ini memang kawasan hunian untuk pembesar-pembesar di pertambangan ini dan ekspatriat yang bekerja di sini. Dari tempat yang lumayan tinggi, saya bisa melihat kapal-kapal raksasa berlalu lalang… oh, ternyata batubara itu dibawa kemari, disebuah pelabuhan khusus di daerah kompleks pertambangan. Saya prihatin, kawasan yang kaya dengan batubara, namun keadaannya sangat miskin.. gambaran umum wilayah Indonesia.

Berikutnya : cerita tentang Pulau Derawan, berenang dengan penyu dan pengalaman menakutkan di hutan kalimantan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s